Prosedur Sertifikasi Halal

Bagi perusahaan yang ingin memperoleh Ketetapan Halal MUI, baik industri pengolahan (pangan, obat, kosmetika), Rumah Potong Hewan (RPH), dan restoran/katering/dapur, harus melakukan pendaftaran sertifikasi halal dan memenuhi persyaratan sertifikasi halal. Berikut ini adalah tahapan yang dilewati perusahaan yang akan mendaftar proses sertifikasi halal :


Memahami Persyaratan Sertifikasi Halal Dan Mengikuti Pelatihan Penyelia Halal dan SJH

Perusahaan harus memahami persyaratan sertifikasi halal yang tercantum didalam HAS 23000 dan juga mengikuti pelatihan Penyelia Halal dan Sistem Jaminan Halal yang diadakan oleh LPPOM MUI.


Menerapkan Sistem Jaminan Halal (SJH)

Perusahaan harus menerapkan SJH sebelum melakukan pendaftaran sertifikasi halal, antara lain : Penetapan kebijakan halal, penetapan tim manajemen halal, pembuatan Manual SJH, pelaksanaan pelatihan dan edukasi, penyiapan prosedur terkait SJH, pelaksanaan audit internal dan kaji ulang manajemen. Untuk membantu perusahaan dalam menerapkan SJH, LPPOM MUI membuat dokumen pedoman yang tertulis didalam Manual SJH.


Menyiapkan Dokumen Sertifikasi Halal

Perusahaan harus menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk proses sertifikasi halal antara lain : daftar produk, daftar bahan, dokumen bahan, daftar penyembelih (khusus RPH/RPU), matriks produk, Manual SJH, diagram alur prosesm daftar fasilitas produksi, bukti sosialisasi kebijakan halal, bukti pelatihan internal dan bukti audit internal.


Melakukan Pendaftaran Sertifikasi Halal (Upload Data)

Pendaftaran sertifikasi halal dilakukan secara online di sitem CEROL melalui website https://regs.e-lppommui.org/. Perusahaan harus membaca user manual CEROL terlebih dahulu untuk memahami prosedur sertifikasi halal yang dapat diunduh di https://regs.e-lppommui.org/other/document.php.

Perusahaan harus melakukan upload data sertifikasi sampai selesai , baru dapat diproses oleh LPPOM MUI.


Melakukan Monitoring Pre Audit Dan Pembayaran Akad Sertifikasi

Setelah melakukan upload data sertifikasi, perusahaan harus melakukan monitoring pre audit dan pembayaran akad sertifikasi. Monitoring pre audit disarankan dilakukan setiap hari untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian pada hasil pre audit. Pembayaran akad sertifikasi dilakukan dengan mengunduh akad di CEROL, membayar biaya akad dan menandatangani akad, untuk kemudian melakukan pembayaran di CEROL dan disetujui oleh Bendahara LPPOM MUI.


Pelaksanaan Audit

Audit dapat dilaksanakan apabila perusahaan sudah lolos pre audit dan akad sudah disetujui. Audit dilaksanakan di semua fasilitas yang berkaitan dengan produk yang disertifikasi.


Melakukan Monitoring Pasca Audit

Setelah melakukan upload data sertifikasi, perusahaan harus melakukan monitoring pasca audit. Monitoring pasca audit disarankan dilakukan setiap hari untuk mengetahui adanya ketidaksesuaian pada hasil audit, dan jika terdapat ketidaksesuaian agar dilakukan perbaikan.


Memperoleh Ketetapan Halal

Perusahaan dapat mengunduh Ketetapan Halal dalam bentuk softcopy di CEROL. Ketetapan halal yang asli dapat diambil di sekretariat LPPOM MUI Kalbar dan dapat juga dikirim ke alamat perusahaan. Ketetapan halal berlaku selama 2 (dua) tahun.


Bila Perusahaan mengalami kesulitan saat pendaftaran bisa langsung menghubungi No. Wa/ No. Telp : 082154637971/ 085845488208 atau bisa langsung datang ke Sekretariat kami di Jl. D. A. Hadi Komp. Masjid Raya Mujahidin Lantai Dasar, Pontianak.